Halaman

Minggu, 25 Mei 2014

INTELEGENSI KECERDASAN PADA MANUSIA


Manusia diciptakan dan dengan dilengkapi dengan kecerdasan yang memiliki kemampuan luar biasa, yang tidak dimiliki oleh makhluk lain dan kec erdasan sebagai suatu kemampuan ini pulalah yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya dimuka bumi ini, dengan kec erdasan ini pula manusia dapat menjalani kehidupan yang dinamis dan beradab.

Adapun kecerdasan atu inteligensi manusia mempunyai implikasi sebagai suatu kemampuan adalah sebagai berikut :
1. Kemampuan mengklasifikasi pola – pola objek
Seorang yang normal adalah orang yang mampu dalam mengklasifikasikan stimulasi-stimulasi yang tidak identik ke dalam satu kelas atau rumpun
2. Kemampuan beradaptasi (kemampuan belajar)
Kemampuan beradaptasi merupakan suatu kemampuan yang harus manusia miliki dalam kehidupannya dan kemampuan beradaptasi ini menentukan inteligensi atau kecerdasan seseorang apakah inteligensinya tinggi atau rendah
3. Kemampuan menalar secara deduktif
Yaitu kemampuan menalar atau melogikan sesuatu dari kesimpulan menjadi paparan yang detail
4. Kemampuan menalar secara induktif
Yakni kemampuan penalaran atau melogikakan sesuatu yang berupa paparan atau penjelasan menjadi suatu kesimpulan yang mewakili
5. Kemampuan mengembangkan konsep
Yaitu kemampuan seseorang memahami suatu c ara kerja objek atau fungsinya dan kemampuannya bagaimana menginterpretasikan suatu kejadian
6. Kemampuan memahami
Kemampuan memahami adalah kemampuan seseorang dalam melihat adanya hubungan atau relasi didalam suatu masalah dan kegunaan – kegunaan hubungannya bagi pemecahan masalah tersebut.

Pengertian Intelegensi Secara Etimologis
Intelegensi berasal dari bahasa Inggris “Intelligence” yang juga berasal dari bahasa Latin yaitu “Intellectus dan Intelligentia atau Intellegere”. Teori tentang intelegensi pertama kali dikemukakan oleh Spearman dan Wynn Jones Pol pada tahun 1951. Spearman dan Wynn mengemukakan adanya konsep lama mengenai suatu kekuatan (power) yang dapat melengkapi akal pikiran manusia tunggal pengetahuan sejati. Kekuatan tersebut dalam bahasa Yunani disebut dengan “Nous”, sedangkan penggunaan kekuatannya disebut “Noeseis”. Intelegensi berasal dari kata Latin,yang berarti memahami. Jadi intelegensi adalah aktivitas atau perilaku yang merupakan perwujudan dari daya atau potensi untuk memahami sesuatu.

Inteligensi menurut ahli :
Claparde dan Stern mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri secara mental terhadap situasi atau kondisi baru.
K. Buhler mengatakan bahwa intelegensi adalah perbuatan yang disertai dengan pemahaman atau pengertian.
David Wechster (1986). Definisinya mengenai intelegensi mula-mula sebagai kapasitas untuk mengerti ungkapan dan kemauan akal budi untuk mengatasi tantangan-tantangannya. Namun di lain kesempatan ia mengatakan bahwa intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah, berfikir secara rasional dan menghadapi lingkungannya secara efektif. 
William Stern mengemukakan batasan sebagai berikut: intelegensi ialah kesanggupan untuk menyesuaikan diri kepada kebutuhan baru, dengan menggunakan alat-alat berfikir yang sesuai dengan tujuannya. William Stern berpendapat bahwa intelegensi sebagian besar tergantung dengan dasar dan turunan, pendidikan atau lingkungan tidak begitu berpengaruh kepada intelegensi seseorang.

Ciri-ciri intelegensi yaitu :
1. Intelegensi merupakan suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berfikir secara rasional (intelegensi dapat diamati secara langsung).
2. Intelegensi tercermin dari tindakan yang terarah pada penyesuaian diri terhadap lingkungan dan pemecahan masalah yang timbul daripadanya. 

Dalam dunia IT kami mempelajari intelegensi untuk dapat menciptakan sebuah sistem yang memilikiIntelegensi (AI). Dengan melihat dan mengobservasi intelegensi manusia kita dapat menciptakan intelegensi buatan yang bisa melakukan dan meniliti seperti manusia. sampai sekarang belum ada intelegensi buatan yang lebih dari manusia, namun lambat laun ahli IT makin mengerti tentang manusia dan makin menyempurnakan intelegensi buatan.

Selasa, 20 Mei 2014

Korelasi Musik dan Kecerdasan


Musik ternyata tak hanya berfungsi sebagai sarana penghibur. Alunan melodi-melodi ini pun dapat meningkatkan kemampuan intelegensia dan merangsang emosi seseorang. Kalau Anda tak percaya, buatlah sebuah percobaan kecil. Dengarkan musik rock, lalu rasakan pengaruhnya pada suasana hati Anda. Berikutnya, putarlah lagu dangdut, simak pula reaksi suasana hati Anda.

Konduktor Twilight Orkestra, Addie MS, menyatakan alunan musik memang terbukti secara ilmiah dapat mempengaruhi mood atau emosi seseorang. Dengan mendengarkan irama musik tertentu, seseorang bisa merasa gembira, optimistis atau malah sedih. Tak hanya itu, Addie juga percaya bahwa musik,khususnya musik klasik dapat mempengaruhi karakter serta kecerdasan seseorang, umpamanya ke-mampuan matematis atau linguistik.

Pendapat Addie rasanya tak berlebihan. Beberapa tahun terakhir ini, makin banyak hasil penelitian ilmiah yang mengungkapkan adanya korelasi erat antara musik dengan pembentukan karakter atau pun peningkatan kemampuan otak. Demikian pula pada emosi. Addie lalu menyebutkan salah satu contohnya adalah sang istri, Memes. Menurut Addie, Memes adalah seorang yang sangat peka terhadap hal-hal di sekelilingnya, terutama pada mood-nya. Jika Addie memasang musik klasik berat seperti musik klasik era romantik atau modern, sang istri bisa merasa ketakutan dan tegang sepanjang hari.

Konduktor Twilight Orkestra ini menilai banyak manfaat yang bisa diambil dari musik klasik. Pasangan Addie dan Memes telah mencoba menerapkan terapi musik klasik kepada kedua anak laki-lakinya. Anak sulungnya Kevin yang kini berusia 11 tahun, dibiasakan men-dengarkan musik klasik sejak kecil. Selain itu, mulai usia 3,5 tahun Kevin secara konsisten berlatih piano dan biola. Hasilnya, cukup menggembirakan. Kevin tumbuh menjadi seorang anak yang menyenangkan. Nilai-nilai aka-demik Kevin juga selalu di atas rata-rata. Maka tak heran jika Addie dan Memes menerapkan hal yang sama kepada anak bungsunya, Tristan yang sebentar lagi genap berusia empat tahun. Sehari-harinya Tristan dibiasakan mendengar musik klasik gubahan Mozart atau Bach. Langkah yang dilakukan Addie dengan menerapkan terapi musik klasik sejak dini bagi anak-anak mereka, boleh jadi dipengaruhi hasil-hasil penelitian ilmiah tentang pengaruh musik klasik terhadap kemampuan seseorang. Sejak tahun 1963 silam misalnya, telah dilakukan serangkaian penelitian tentang pengaruh musik, tidak hanya pada manusia tetapi juga pada binatang. Seekor tikus putih dimasukkan ke dalam labirin.

Percaya atau tidak, ketika alunan musik klasik karya Mozart diperdengarkan, tikus tersebut bergerak lebih cepat menemukan jalan keluar, dibandingkan tanpa alunan musik Mozart. Atau, pernah juga dilakukan penelitian terhadap sejumlah siswa sekolah dasar dan mahasiswa yang sedang menghadapi ujian akhir. Sebelum ujian, mereka diperdengarkan alunan musik klasik karya Mozart selama 10 hingga 15 menit. Hasilnya, ternyata mereka mengalami peningkatan kemampuan memahami ruang (spasial) lebih lama 10 hingga 15 menit.

Demikian pula halnya dengan percobaan yang dilakukan pada tanaman dalam rumah kaca diDenver, Amerika Serikat. Ada lima rumah kaca yang masing-masing diletakkan satu jenis tanaman dengan suhu dan kondisi yang persis sama. Masing-masing rumah kaca itu diperdengarkan jenis musik yang berbeda, mulai dari musik pop, rock, country, klasik dan tanpa musik sama sekali. Hasilnya bisa dilihat beberapa bulan kemudian. Tanaman yang diperdengarkan musik klasik ternyata pertumbuhannya paling menonjol dan subur. Sementara, tanaman yang diperdengarkan musik rock justru kebalikannya, dalam keadaan layu dan kurus kering.

Tak hanya hasil penelitian secara ilmiah, Addie juga memberi contoh nyata berdasarkan pengalamannya sendiri. Kira-kira setahun yang lalu, Addie pernah menggelar konser Twilight Orkestra di Istora Senayan, Jakarta yang dihadiri sekitar 7000 penonton. Sebagian besar yang dibawakan Twilight Orkestra malam itu adalah musik klasik populer.

Meski dihadiri banyak penonton, konser dapat berjalan mulus tanpa kekerasan sedikit pun. Kondisi tetap aman-aman saja ketika serombongan penonton berjalan kaki menuju Blok M karena kehabisan angkutan umum. Sam-pai-sampai petugas yang biasa berjaga di sekitar Istora Senayan menyatakan ke-heranannya. “Kok bisa ya mereka (penonton) datang dan pulang dengan tertib,” sahut Addie tergelak, menirukan ucapan sang petugas. Situasi yang sama kerap terjadi pada pertunjukan-pertunjukan musik klasik kelas dunia seperti yang dibawakan Pava-rotti and Friends atau The Three Tenors.

Kejadian semacam ini sulit ditemukan pada pertunjukan-pertunjukan jenis musik lainnya seperti musik pop atau rock, apalagi heavy metal. Pada pertunjukan musik seperti itu biasanya penonton menjadi histeris. Makin besar volumenya, penonton akan terdorong menjadi agresif.

Kamis, 15 Mei 2014

Sensasi dan Persepsi pada Website



Melalui penjelasan sensasi dan persepsi, dapat dilihat bahwa terdapat hubungan yang erat antara sensasi dan persepsi dengan GUI pada bidang TI. GUI dengan kepanjangannya Graphic User Interface merupakan sebuah metode yang dipakai untuk berinteraksi antara si pengguna dan komputer dan menampilkannya didepan monitor. Sebagai contohnya, saya mengambil GUI (tampilan) yang ada pada sebuah website. Dalam hal ini sering kita amati bahwa pertama kali ketika seorang user(pengguna) mengunjungi halaman sebuah website, sensasi yang dia alami akan menentukan apakah dia akan lanjut mengunjungi website tersebut atau tidak. Apabila tampilan (GUI) yang ada pada website tidak menarik atau jelek maka sensasi yang dirasakan oleh user tentunya akan buruk dan menyebabkan user tersebut tidak akan mengunjungi websitenya lagi. Sebaliknya, jika tampilan (GUI) yang ada pada website menarik dan bagus maka sensasi yang dirasakan oleh user akan berkesan baik dan menjadi tertarik untuk mengunjungi maupun menggunakan website tersebut. Sehingga dalam mendesain sebuah website sangat perlu diperhatikan bagaimana sensasi yang akan dialami oleh seorang user pertama kalinya apabila mengunjungi website kita. Selain tampilan yang perlu diperhatikan, fitur atau layanan yang disediakan oleh website tentunya juga harus mudah digunakan oleh user sehingga persepsi yang ada pada user terhadap websitenya akan tetap baik sehingga user akan tetap bertahan untuk menggunakan website. Sebaliknya, jika fitur atau layanan yang disediakan pada website buruk atau dengan kata lain sangat sulit untuk digunakan oleh user maka persepsi yang ada pada user terhadap wesbitenya menjadi tidak ingin menggunakan website tersebut padahal pada mulanya ketika pertama kali melihat tampilan dari websitenya menumbuhkan rasa ketertarikan untuk mengunjungi website itu lagi.

Untuk menunjukkan persepsi yang berbeda lagi, saya akan mencoba menjelaskan persepsi seorang developer terhadap sebuah website. Seorang website developer merupakan orang yang membangun sebuah website maupun mengembangkan sebuah website. Persepsi yang ada pada website developer akan selalu baik terhadap website yang dibangunnya karena website developer tersebutlah yang mengetahui seluk-beluk dari website yang dibuatnya baik dari sisi tampilan, fitur maupun layanan yang ada. Walaupun kadang kala website developer tersebut berusaha bertindak sebagai user/pengunjung yang mengunjungi website tersebut dalam rangka membuat tampilan yang sesederhana mungkin agar gampang digunakan, tetapi sama saja persepsi yang ada pada website developernya tetap saja website gampang digunakan karena website developer sudah mengetahui seluk beluk dari website tersebut dengan sangat baik. Oleh karena itu, untuk mensurvei apakah website yang dibuat oleh website developer tersebut baik atau tidak maka diletakkanlah sebuah survei agar user yang mengunjungi website tersebut dapat memberikan penilaian terhadap websitenya.

Dari penjabaran sebelumnya dapat saya simpulkan bahwa :

  1.  Sensasi yang dirasakan oleh user/ pengunjung yang mengunjungi website dapat berbeda-beda sesuai    tampilan yang ada pada website
  2.  Persepsi yang ada pada user/pengunjung suatu website bisa saja baik atau buruk sedangkan pada website developer secara umum akan selalu memiliki persepsi yang baik terhadap website yang dibangunnya.